Kemana hujan disambar bayu berdesau berlalu diatas atap akupun berlalu padamu mendekap agar senyap rintih dan sedihku,,
berkerling mata binar nanar berkaca pada riak resapi nalar berintik kecilnya asa nan mekar berbisik ikwal dan adat sekitar,,
melirik ajaran nan buat asmara melantun indah dijalur kisahNya melingkari serenade dua atma menyulam belas-asih dicahayaNya,,
aku tanam benih-benih cinta dihatimu agar menjadi bagian tulang rusukku penopang raga disetiap bergulir waktu mengharap damai-tentram bersamamu,,
sesampai terenggutnya nyawa berayun semangatku berirama aku cinta ketulusanmu tak bernoda mengerang sari bunga semedi atma,,
tetaplah mereguk manis kata-kata seumpama tinta tak ada abisnya mencoret kertas dengan pena kuingin cintamu tetap berdahaga mengisi cipta lembaran cerita cinta,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar