Gelombang arus kian menjurus
Mengolah nafas sesat unggas
Berirama bebas senada menderas
Membawa pupus nan terhangus,,
Senyala elegi mendekap kenuranian
Hilang lenyai jiwa-jiwa kemanusian
Terhipnotis suara bisik kebiadaban
Mengetarkan hati dalam kebodohan,,
Berirama bebas tanpa peduli sesama
Gelepur panas jiwa-jiwa berlumur dosa
Berlawanan arus tanpa peduli sesama
Tiada laras keimanan nan sekuat baja,,
Lihatlah makhluk bodoh menari dan meliuk
Gitu bebas dan serakah tanpa hati bersolek
Pada jalanNya nan kelak terhunus tombak
Api sengsara dalam tipu daya nan berserak,,
Mengusik ketentraman rakyat kecil
Menghukum dosa tahta pengawal
Pada tuan nan berirama bebas labil
Kelak waktu pengadilan paling adil,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar