Asyik berkicau meski dunia kian kacau balau
Berdetum senada sendu melarung menggebu
Jiwa hitam para pendosa bukanlah pula semu
Mengikis nurani kehadiran kelam menghantu
Para pendosa bertangkai-tangkai mawar hitam
Berduri dan beracun membunuh akhlak pikiran
Tinggi jumawa berdekik tawa iblis bersemayam
Selimuti hati kotor manusia nan hilang kesadaran
Tertipu daya manisnya alam raya penuh kepalsuan
Menyambut belainya topeng searah kesandiwaraan
Manis didepan busuk dibelakang hai tuan dan puan
Para pendosa hidup sementara berujung kematian..
Penulis : Nyanyian Jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar