setangkup biduk kecil mengonak berlayar dalam jurang memburuk larut bersamaan pada seisi otak tercium wangi angkara mengontak,,
sebilah pedang pun terhunus mengibarkan perang nan ganas melengking gemuruh bergegas saling membunuh jiwa nan haus,,
akan darah-darah berhamburan disegi-elegi bereka kemarahan berujung tragedi pembunuhan kian tak terkendali dikehidupan,,
tanpa iman tanpa tiada kesabaran panji-panji mengoyak kenuranian jasad-jasad brsemayam dipekuburan isak tangis membuncah dikedalaman,,
menyurut darah diranah basah semut dan cacing intai tubuh nan tak bertuan jiwa dan roh melayang hilang jauh terpisah,,
menyisakan kisah kelam membara segaris coretan berdarah merajalela mencatat kenistaan angkara murka siang dan malam tiada berbeda jua,,
akan kehausan anyirnya darah bagi jiwa nan tersesat arah berbisik iblis menjelma buih kala hitam kalahkan putih,
_SYAIR BERDARAH_
Insafkah kita bila dua-dua dibawah surya memanggang kita siksa tanah merah dan tunggul jerami nan memberkah tahukah kita bila kaki menginjak pasir gersang ia tinggalkan bekas langkah bagai langkahnya darah,,
tahukah kita bila kasih menjulangkan nyalanya dihati kita nan recai dengan siksa putusasa tahukah kita bila padam api nan membakar kita bahwa nanti baranya mesra berasa disenja kita,,
dan hari getir diserbak kematian seakan gugur bunga kemanusiaan bersama wangi darah berhamburan digelimangi kamboja berpamitan,,
langit dan awan curah tangisan cucuran airmata darah menghujan basahi mulut bumi nan rimbun akan segala tipu daya kepalsuan,,
setan-setan tertawa terbahak saksikan hati manusia membusuk terjerumus bisikan nan menjijik membunuh kaumnya serentak hilang nurani tanpa jejak,,
# SYAIR BERDARAH #
Terdampar api kesumat menyala belenggu atma mencumbu bara hardik koar-koar nan merajalela selenting dendam sulut raja wisuna,,
menggulung raga adu sakti kala parang ditengteng panji darah-darah bercipratan dibumi mengobarkan kemelut badai,,
melarung emosi tahta ksatria beradu sakti sepenggal cerita berdarah berkubangan nyawa hasrat penghabisan dari atma,,
argg..membidik lawan bukan kawan sorot mata tajam kian terberanikan menghunus parang tergenggam tangan bergerak berderet dalam pembunuhan,,
bersimbah darah arakan centaur pencabut nyawa sampai ke akar basmi lawan hingga tersungkur mati dan roh pun lenyai pudar,,
derak-derik langkah menyongsong berbalut raja wisuna kemelut nyalang terpuaskan dahaga api gejolak matang darah mendidih dipuncak tempurung,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar