Sesak bukanlah sesak nafas
serasa jantung diremas-remas
ulu hati mengernyit panas
seakan jiwa melayang pupus,,
Badai pusara memaki kedunguan
ombak ganas nan menghanyutkan
tembilang ketenangan dipikiran
sirna diterjang para kekacauan,,
ahhrrg..
Berontak asa menjerit prasangka
berdikte segala perih menyerba
berteriak jiwa meriuh gelagatnya
berhubung nama belum bertahta,,
Jujurlah pada secuil kemujuran
segagah para penegak keadilan
entah itu lelaki entah perempuan
jujurlah selalu pada kejiwa-ragaan,,
Sambut pengerakan tembiar
kala jiwa dan ragaku lapar
pada ucap santun nan jujur
dari bahasa lisan terdengar
kuingin jujur terus berkobar,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar