Kita hidup selagi lihat matahari bagai berpadu hidup dan mimpi jelang usia senja nian meninggi tentang tangis dan serba sangsai,,
berhembus angin-angin duka kegilaan hati hitam merajalela berdasar munafik bersinggasana melambungkan raja wisuna,,
bertahtakan kidung kegelapan angkasa kelam selimuti kenuranian resah atma lirik melodi kematian bersemayam sukma kehancuran,,
jalan hidup tinggallah mayat sampai atma dan jasad bercerai hilang dikubur dipuput kabut kegelapan dan masa tragedi,,
diam seribu bahasa raja mimpi tertelan lembah takdir merantai kidung kegelapan tiada jua usai menyenandungkan bencana kini,,
teriak para jalang dalam ngeri derita jalan kehidupan mencaci tersimpan dari watak memaki manusia nan tak kenal peduli,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar