Diam dan turun langit kelabu
jerit dan gaduh dikota pada bisu
lintas udara klenengan parau keluh
dunia terpisah dari waktu,,
tiada lagi derak roda berputar
tiada lagi cinta nan terdengar
semua seakan bisu menghinggar
desak kelana tuk diam meluntur,,
sejenak diamlah hati lengang
senyap istirah dalam bayang
membatu dan bisu terpandang
cetusan dari polemik nan datang,,
membungkam lisan menghentikan
bertumpahan darah kesenjangan
dari bumi nan kian menghanguskan
baiknya diri diam dalam kebisuan,,
selagi helai nafas berhembus
selama dahaga haus belum pupus
diam dan bisu emas tak terbatas
dari seuntas sabar nan melintas,,
^SPK^ kuningan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar